JatengINFOCom - Ramadhan 2014, Jam Operasional Tempat Hiburan di Semarang Dibatasi-min
Ramadhan 2014, Jam Operasional Tempat Hiburan di Semarang Dibatasi - JatengINFOCom

Ramadhan 2014, Jam Operasional Tempat Hiburan di Semarang Dibatasi

Posted on

Semarang, Info Jateng – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang Gurun Risyadmoko menegaskan jam operasional tempat hiburan malam di wilayah itu dibatasi selama Ramadhan.

“Kami akan menggiatkan operasi penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadhan untuk menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat selama menjalankan menjalankan puasa,” katanya di Semarang.

Dalam melaksanakan operasi tersebut, kata dia, Satpol PP akan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat berkaitan dengan tempat hiburan.

Menurut dia, tempat-tempat hiburan malam, termasuk karaoke dibatasi, yakni mulai selepas shalat tawarih hingga pukul 01.00 WIB sebagaimana aturan tahun lalu saat memasuki Ramadhan.

Ia menyebutkan keberadaan tempat-tempat hiburan, seperti karaoke dan panti pijat yang tidak berizin akan ditertibkan termasuk penjualan minuman-minuman keras atau tidak berizin.

“Tempat karaoke yang tidak berizin, seperti yang ada di kawasan Sungai Berok, Jalan Imam Bonjol, maupun Jalan Unta Raya tidak boleh beroperasi. Kalau membandel akan kami tindak tegas,” katanya.

Gurun menegaskan tindakan tegas bakal diambil satpol PP jika pengelola tempat hiburan tidak berizin tetap membandel, yakni penyitaan alat sebagaimana dilakukan terhadap karaoke di Jalan Unta Raya.

“Kalau beberapa waktu lalu kami sudah tindak karaoke-karaoke yang ada di kawasan Semarang Barat maka jika tetap beroperasi akan kami tindak tegas. Sebagaimana di kawasan Jalan Unta Raya,” katanya.

Untuk panti pijat, ia menjelaskan setidaknya dibedakan menjadi dua, yakni panti pijat refleksi yang sifatnya terbuka dan untuk kebugaran atau kesehatan maka diperbolehkan beroperasi secara normal.

“Kedua, panti pijat yang sifatnya tertutup. Ini yang kami larang, apalagi jika tidak berizin. Termasuk, jika ada laporan masyarakat atas penyalahgunaannya menjadi tempat pijat plus-plus,” tegasnya.

Apabila masih ditemukan tempat hiburan yang melanggar, Gurun memastikan pengelolanya bakal dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku, mulai teguran, penyegelan hingga pencabutan izin operasional.

Gravatar Image
Info Jateng Terbaru, Wisata Kuliner di Jawa Tengah, Kudus, Magelang, Pati, Semarang, Banyumas, Kedu, Pekalongan, Solo, Berita Iklan Gratis, Kegiatan Universitas, Peristiwa, Kejadian Lucu dan Unik, Informasi Viral Terbaik dan Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *